About Me:

Saya adalah seorang manusia gila yang terlalu banyak uneg-uneg & obsesi yang belom tercapai. Sebagian orang menilai saya adalah orang yang sedang mencari jati diri. Pernyataan tersebut hampir betul dikarenakan sedikitnya waktu bagi saya untuk menemukan apa yang saya benar2 inginkan dalam hidup ini. Tak ada ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan menjadi gila di dunia yang naif ini. Alhasil, terciptalah saya sebagai pribadi yang terkesan eksplosif, dableg & sering keluar dari jalur. Kebahagiaan & kesenangan yang saya rasakan pun terkadang tidak pernah bisa dibagikan dengan orang lain, padahal Chistopher McCandless berpesan di akhir hayatnya: "Happiness only real when it shared". Untuk itulah blog ini tercipta, ga masalah orang2 yang baca mo menanggipnya atau tidak, ga masalah jika para pembacanya menjadi antipati atau termotivasi karena topiknya, yang penting saya sudah berbagi supaya ada sedikit cahaya kebahagiaan dalam hidup saya ini.

Minggu, 24 Februari 2013

Saint Albans Festival


Ada satu perayaan di suburb Saint Albans, area tempet kami tinggal, yang kebetulan tahun ini jatuhnya pada tanggal 13 Januari. Sepertinya tahun lalu bukan pas tanggal yang sama deh, jadi sepertinya perayaan ini berdasarkan perhitungan pergerakan bulan. Sejujurnya saya ga tau nama perayaan ini apa dan saya pun belum sempet cari tau ke warga setempat. Sepertinya hanya orang2 Vietnam yang merayakan ini karena hanya di rayakan di area2 yang banyak orang Vietnamnya, salah satunya Saint Albans ini.

Pas baru nyampe kami disuguhkan penyanyi yang lagi pentas di panggung. Mungkin artis Vietnam terkenal kali, tapi berhubung saya ga kenal maka ya tak sayang lah. Semua mata sih ngeliatnya ke panggung tapi saya ga ngerti si penyanyi lagi nyanyiin lagu apa jadi ya lebih baik memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk mengabadikan momen. Saya langsung ngider dari ujung ke ujung. Banyak sekali orang2 Vietnam yang menjajakan jajanan pasar khas Vietnam. Ada yang dari kentang, seafood,  sayur mayur, tapi sayang saya ga tau namanya dan ga ada yang nyantel sedikit pun di kepala karena memang sulit sekali diinget. Ga tau kenapa kalo berurusan dengan bahasa Vietnam memang sulit untuk dimengerti karena mendengar mereka ngomong aja kayanya berantakan banget bahasa mereka. Tapi memang saya akui bahwa orang Vietnam kebanyakan baik hati hanya saja mereka tidak terlihat ramah seperti orang Jawa yang murah senyum. Mereka lebih condong berbudaya tanpa basa basi. Jadi kalo ketemu pelayan toko orang Vietnam udah dijamin dia ga akan nanyain “ada yang bisa dibanting (red: dibantu)?”. Yang ada ya kita layani diri kita sendiri. Mo beli ya monggo, nggak ya udah. Kalo kita tanya2 aja kadang tanggapan mereka juga kurang menyenangkan kok. Jadi ya resikonya gitu deh kalo tinggal di area yang banyak orang Vietnamnya, kalo mo beli barang pastiin barangnya udah tau kaya apa bentuknya dan usahakan seminimal mungkin berinteraksi dengan pelayan toko supaya mood kita tetap terjaga, hehehe...

Lanjut ke cerita tentang festifalnya. Selain ada yang jual2 makanan dan minuman, ada juga yang pasang arena bermain kaya odong2 dadakan yang sering ada di Indo itu. Tiap ada lahan kosong kan pasti deh pebisnis ‘dufan’ dadakan ini langsung menyabotase lahan untuk meraup rupiah. Ada komidi putar, kincir angin, dll. Gitu juga di sini, selain komidi putar dan kincir angin, ada lomba jatohin kaleng yang ditumpung dilempar dengan bola kasti. Kalo jatoh semua biasanya dapet boneka yang udah dipajang di situ, kita tinggal milih mo boneka yang mana. Ada juga lempar2an koin. Peserta hanya perlu menyiapkan uang koin emas ($ 1 atau $ 2) terus dilempar ke meja yang udah disipakan setinggi betis yang mana meja tersebut udah ada tulisan $2 - $8 dalam kotak2 kecil $ 20 dan $ 50 yang bergambar uangnya namun koin kita harus masuk di lingkarang putih yang ada di tiap gambar uang tersebut.  Syaratnya sederhana, koin sama sekali tidak menyentuk garis, artinya koin harus berada di dalam kotak/lingkarang secara sempurna. Seandaina kita menggunakan koin $ 2 dan koin kita jatuh di kotak $ 8 maka panitia akan memberikan uang sebesar $ 16 ke pemain yang beruntung itu. Terdengar mudah ya, tapi saya melihat para pemain justru kesulitan untuk mendapatkan keuntungan dari permainan ini. Tapi yang pasti mereka have fun, karena memang itu tujuan utamanya dari acara ini.

Di akhir acara kami disuguhkan acara Barongsai dan Liong. Saya sih kurang tertarik nontonnya soalnya dulu waktu sekolah sempet jadi pemainnya jadi mungkin udah bosen sama atraksi seperti ini. Saya dari awal dateng sampe pertunjukan barongsai memisahkan diri dari Kristina, Eog, dan Mami Kristina, karena saya lebih tertarik memfoto momennya sementara Kristina lebih tertarik mencicipi makanan/minuman yang dijajakan di situ. Pas ketemu lagi Kristina udah bawa 3 bungkus makanan yang aneh2 tadi itu.

Ah, padahal rencana awal ke Saint Albans itu mau belanja mingguan, eh jadinya malah nonton festifal dan beli jajan. 

Tidak ada komentar: